Showing posts with label Opinimini. Show all posts
Showing posts with label Opinimini. Show all posts
Dec 25, 2011
Oct 2, 2011
Cassa 212-200 itu Ahirnya kandas di Bahorok
Pesawat CASSA 212-200 jatuh di hutan Bahorok, Langkat, Sumatera Utara pada Kamis 29 September 2011. Pesawat diperkirakan jatuh 10 menit sebelum pesawat tersebut seharusnya mendarat pada pukul 07.58 wib.
Kecelakaan trasportasi terjadi lagi. Negeri ini dirundung kesedihan mendalam para keluarga yang menjadi korban pada kecelakaan tersebut, pun seluruh rakyat Indonesia.
Semua media massa, terutama media elektronik baik radio, televisi dan internet memberitakan proses evakuasi yang berjalan sangat lambat secara live. Kembali lagi, faktor cuacalah yang membuat kelambanan evakuasi itu berlangsung.
Negeri yang besar dan kaya raya ini sudah waktunya memiliki semua keahlian dan teknologi, dimana faktor alam bukanlah lagi menjadi kendala. Faktor alam adalah pemberian Allah, kita sebagai manusia diberikan akal untuk mengatasinya.
Disaat yang sama, semua media massa pun memberitakan para pejabat dan petinggi negeri ini satu demi satu terbelit kasus korupsi di KPK.
Adakah kaitannya, bahwa terserempetnya mereka di KPK sebagai bukti bahwa sebenarnya mereka hanya sibuk memperkaya diri dan kelompoknya sendiri? Adakah mereka memikirkan hak rakyat banyak yang seharusnya rakyat terima?
Bagaimana mereka yang mendapatkan amanah dari rakyat bisa memikirkan peralatan canggih mengevakuasi para korban itu dengan cepat, bila mereka hanya sibuk membuncitkan perut mereka dan kelompoknya sendiri!?
Bila BASARNAS yang dipercaya melakukan penyelamatan-penyelamatan dengan tingkat kesulitan yang tinggi hanya dibekali peralatan sederhana, tentu mereka akan sulit bertindak cepat. Untuk ini kitapun tak melupakan jasa mereka.
Bagi para pengemban amanah, segeralah sadar..
Gusti Allah mboten sare..!
Sent from my BlackBerry® smartphone
Kecelakaan trasportasi terjadi lagi. Negeri ini dirundung kesedihan mendalam para keluarga yang menjadi korban pada kecelakaan tersebut, pun seluruh rakyat Indonesia.
Semua media massa, terutama media elektronik baik radio, televisi dan internet memberitakan proses evakuasi yang berjalan sangat lambat secara live. Kembali lagi, faktor cuacalah yang membuat kelambanan evakuasi itu berlangsung.
Negeri yang besar dan kaya raya ini sudah waktunya memiliki semua keahlian dan teknologi, dimana faktor alam bukanlah lagi menjadi kendala. Faktor alam adalah pemberian Allah, kita sebagai manusia diberikan akal untuk mengatasinya.
Disaat yang sama, semua media massa pun memberitakan para pejabat dan petinggi negeri ini satu demi satu terbelit kasus korupsi di KPK.
Adakah kaitannya, bahwa terserempetnya mereka di KPK sebagai bukti bahwa sebenarnya mereka hanya sibuk memperkaya diri dan kelompoknya sendiri? Adakah mereka memikirkan hak rakyat banyak yang seharusnya rakyat terima?
Bagaimana mereka yang mendapatkan amanah dari rakyat bisa memikirkan peralatan canggih mengevakuasi para korban itu dengan cepat, bila mereka hanya sibuk membuncitkan perut mereka dan kelompoknya sendiri!?
Bila BASARNAS yang dipercaya melakukan penyelamatan-penyelamatan dengan tingkat kesulitan yang tinggi hanya dibekali peralatan sederhana, tentu mereka akan sulit bertindak cepat. Untuk ini kitapun tak melupakan jasa mereka.
Bagi para pengemban amanah, segeralah sadar..
Gusti Allah mboten sare..!
Sent from my BlackBerry® smartphone
Sep 26, 2011
AMBON Mengalir Ke Bengawan SOLO
Mencermati kejadian demi kejadian ahir-ahir ini, dari mulai kejadian didalam negeri, oleh sebab pemberitaan yang semakin terbuka, hubungan sosial dan budaya yang perlahan mulai bergeser dan lain-lain, pun kejadian luar negeri dengan peristiwa 'nine elven' –nya 'world trade center' amerika, berikut penyerbuan besar-besaran negeri irak, negeri afganistan dan entah negeri mana lagi giliran berikutnya. Menjadikan kita seharusnya semakin bertanya akan adakah 'sesuatu' yang sebenarnya meliputi itu semua?
Akupun bertanya, ada apakah gerangan? bila setiap tahun negeri ini selalu diwarnai dengan rentetan aksi bom bunuh diri. Apakah sudah sedemikian parah? Sampai-sampai pada kejadian kemarin siang, minggu 25 September diperkirakan pukul 10.55 wib, 'bomb' bunuh diri itu terulang lagi di sebuah tempat peribadatan di daerah kepunten, solo, jawa tengah.
Sulit dipungkiri bila ahirnya banyak pemberitaan yang dilansir menyatakan ketidaksigapan aparat intelijen kita mengantisipasi hal ini semua. Saya-pun meng'iya'kan dengan penuh tebak dan terka. Karena bila saya cermati sebagai rakyat awam, dua minggu sebelum kejadian solo, tepatnya tanggal 11 september, ada ke-ricuh-an ambon yang juga menyebabkan beberapa nyawa rakyat negeri ini melayang sia-sia.
Mungkinkah ini adalah sebuah 'puzzle' yang sedang berproses membentuk pola besar yang 'mungkin' dengan sengaja sedang dibentuk oleh sebagian kecil kelompok? Akankah ia kemudian tak terbendung? Bilakah ketidak berdayaan kita membendungnya kelak menyebabkan semua yang telah terbangun akan terhancurkan sia-sia? Semoga ini hanya 'hayalan' bodohku saja.
Presiden dengan sangat sigapnya melakukan 'press conferrence' beberapa jam setelah 'bomb solo' terjadi. Menurut presiden, "teroris" masih ada, investigasi dilakukan tak terkecuali di kalangan internal keamanan, dengan harapan mendapatkan akar rumput permasalahan. Nyaris, semua 'press' pun membaca bahwa presiden mengakui ada 'sesuatu' yang perlu diperhatikan didalam tubuh aparaturnya.
Bila sepuluh tahun yang lalu, gedung 'world trade center' di kota new york nun jauh disana mengalami kegoncangan hebat dan ahirnya rubuh, namun pernahkah kita mendengar ada kegoncangan hebat lagi setelahnya. Mengapa negeri ini, negeri yang sangat jauh dengan gedung 'world trade center' itu, masih selalu diguncang 'bomb' baik dalam skala 'high' maupun skala 'low explosive'.
Akankah dalam waktu dekat semua hal ini terungkap, seandainya ini tak terungkap maka biarlah sejarah yang akan bercerita kepada anak cucu kita. Seperti kita mengetahui bagaimana Salahuddin Al Ayyubi membuka pintu gerbang palestina dan kemudian menerima kunci gerbang itu dengan semangatnya yang bijak. Kemudian kemakmuran dan ketentraman dihadirkan di palestina kala itu.
..wallahu a'lam bissawaab
Akupun bertanya, ada apakah gerangan? bila setiap tahun negeri ini selalu diwarnai dengan rentetan aksi bom bunuh diri. Apakah sudah sedemikian parah? Sampai-sampai pada kejadian kemarin siang, minggu 25 September diperkirakan pukul 10.55 wib, 'bomb' bunuh diri itu terulang lagi di sebuah tempat peribadatan di daerah kepunten, solo, jawa tengah.
Sulit dipungkiri bila ahirnya banyak pemberitaan yang dilansir menyatakan ketidaksigapan aparat intelijen kita mengantisipasi hal ini semua. Saya-pun meng'iya'kan dengan penuh tebak dan terka. Karena bila saya cermati sebagai rakyat awam, dua minggu sebelum kejadian solo, tepatnya tanggal 11 september, ada ke-ricuh-an ambon yang juga menyebabkan beberapa nyawa rakyat negeri ini melayang sia-sia.
Mungkinkah ini adalah sebuah 'puzzle' yang sedang berproses membentuk pola besar yang 'mungkin' dengan sengaja sedang dibentuk oleh sebagian kecil kelompok? Akankah ia kemudian tak terbendung? Bilakah ketidak berdayaan kita membendungnya kelak menyebabkan semua yang telah terbangun akan terhancurkan sia-sia? Semoga ini hanya 'hayalan' bodohku saja.
Presiden dengan sangat sigapnya melakukan 'press conferrence' beberapa jam setelah 'bomb solo' terjadi. Menurut presiden, "teroris" masih ada, investigasi dilakukan tak terkecuali di kalangan internal keamanan, dengan harapan mendapatkan akar rumput permasalahan. Nyaris, semua 'press' pun membaca bahwa presiden mengakui ada 'sesuatu' yang perlu diperhatikan didalam tubuh aparaturnya.
Bila sepuluh tahun yang lalu, gedung 'world trade center' di kota new york nun jauh disana mengalami kegoncangan hebat dan ahirnya rubuh, namun pernahkah kita mendengar ada kegoncangan hebat lagi setelahnya. Mengapa negeri ini, negeri yang sangat jauh dengan gedung 'world trade center' itu, masih selalu diguncang 'bomb' baik dalam skala 'high' maupun skala 'low explosive'.
Akankah dalam waktu dekat semua hal ini terungkap, seandainya ini tak terungkap maka biarlah sejarah yang akan bercerita kepada anak cucu kita. Seperti kita mengetahui bagaimana Salahuddin Al Ayyubi membuka pintu gerbang palestina dan kemudian menerima kunci gerbang itu dengan semangatnya yang bijak. Kemudian kemakmuran dan ketentraman dihadirkan di palestina kala itu.
..wallahu a'lam bissawaab
Nov 7, 2009
Negeri Para Bedebah
by Adhie Massardi
Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala
Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah
Di negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah
Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya
Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi,
Dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan
Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala
Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah
Di negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah
Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya
Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi,
Dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan